Persyaratan dan Jenis Bisnis Pengangkutan BBM

Usaha Pengangkutan BBM (Bahan Bakar Minyak) adalah bisnis yang sangat vital dalam rantai pasokan energi nasional. Tanggung jawab pelaku usaha adalah mengantarkan BBM dari tempat produksi atau penyimpanan ke berbagai lokasi distribusi, seperti industri, SPBU (Pom Bensin) dan konsumen langsung.

Jenis Usaha Pengangkutan BBM

Setidaknya terdapat tiga jenis usaha dalam pengangkutan bahan bakar minyak, kalau dilihat dari jalur transportasi yang digunakan. Berikut ini penjelasan singkatnya.

  1. Pengangkutan Darat. Armada yang diandalkan adalah mobil tangki untuk mengangkut BBM dalam jumlah besar. Pengiriman bisa menjangkau antar kota bahkan antar provinsi. Selain armada ini, digunakan juga motor tangki. Ukurannya yang lebih kecil, memudahkan armada ini menjangkau kawasan pelosok yang sulit dijangkau dengan mobil tangki. Meskipun kapasitas BBM yang dibawanya lebih sedikit.
  2. Pengangkutan Laut. Kapal tangker biasa digunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak dalam jumlah besar. Armada ini bisa menjangkau antar pulau bahkan antar negara. Kapal tongkang juga bisa digunakan untuk pengangkutan BBM, khususnya untuk melalui perairan dangkal atau sungai.
  3. Pengangkutan Udara. Pesawat tangker biasa digunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak dalam keadaan darurat atau mengantarkan ke daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui jalur darat ataupun laut.

Manakah jenis usaha pengangkutan bahan bakar minyak yang akan Anda jalankan? Tentunya harus disesuaikan dengan ketersediaan jenis armadanya. Sesudah itu baru mengurus permohonan izinnya, agar usaha Anda bisa beroperasi dengan leluasa.

Persyaratan Usaha Pengangkutan Bbm

Bagi pelaku usaha yang ingin terjun di bisnis pengangkutan bahan bakar minyak harus memiliki beberapa izin dari berbagai instansi atau kementerian terkait. Sehingga pengusaha harus memahami berbagai ketentuan perizinan yang menunjang legalitas usahanya. Berikut ini beberapa perizinan dan sertifikasi yang wajib dimiliki.

  1. Izin Usaha Pengangkutan BBM. Perizinan usaha ini diberikan oleh Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).
  2. Sertifikat Badan Usaha Jasa Pengangkutan atau BUJP. Sertifikat ini didapatkan dari Kementerian Perhubungan.
  3. Sertifikat Laik Operasi Kendaraan Pengangkut BBM. Sertifikat ini diperoleh dari Kementerian Perhubungan.
  4. Sertifikat Pengemudi Kendaraan Pengangkut BBM. Sertifikat ini didapatkan dari lembaga pelatihan yang sudah terakreditasi.
  5. Asuransi pengangkutan BBM. Guna menunjang keamanan bahan bakar minyak yang diantarkan.
  6. Peralatan Keselamatan dan Keamanan. Guna menunjang keamanan dan keselamatan pengemudi, serta kendaraan selama dalam perjalanan.
Read More :  Kisaran Biaya Pembuatan PT 2019, Untuk Daerah JaBoTaBek

Peluang bisnis Pengangkutan BBM masih terbuka lebar, sehingga prospeknya sangat bagus. Hal itu karena permintaan bahan bakar minyak yang terus meningkat. Seiring dengan semakin bertambahnya kendaraan bermotor. Selain itu, perluasan jaringan distribusi BBM dan kebutuhan akan layanan pengangkutan BBM yang aman dan efisien.

Informasi di atas merupakan gambaran umum dalam bisnis pengangkutan bahan bakar minyak. Persyaratan, regulasi dan sebagainya bisa saja berubah sewaktu-waktu. Anda harus selalu mencari informasi terbaru, jika ingin menjalankan usaha tersebut.

Tips Sukses Usaha Pengangkutan BBM

Setiap bisnis tentunya tidak terlepas dari tantangan, termasuk juga dengan usaha pengangkutan bahan bakar minyak. Namun, dengan pemahaman akan seluk beluk di bisnis ini, pelaku usaha bisa dengan cepat melakukan antisipasi. Berikut beberapa tips sukses di dalam usaha ini.

  1. Lengkapi Perizinan Usaha

Anda harus memastikan usaha yang dijalankan sudah memiliki semua izin usaha dan sertifikat yang diwajibkan. Sebagai contoh Izin Usaha Pengangkutan Bahan Bakar Minyak, Sertifikat Badan Usaha Jasa Pengangkutan (BUJP), Sertifikat Laik Operasi Kendaraan Pengangkut BBM, Sertifikat Pengemudi Kendaraan Pengangkut BBM, dan lain sebagainya.

Seluruh peraturan dan regulasi yang berlaku berkaitan dengan usaha pengangkutan bahan bakar minyak harus dipatuhi oleh pelaku usaha. Karena pentingnya legalitas tersebut, maka jangan sampai ada yang terlewat.

  1. Siapkan Armada Angkut yang Memadai

Kebutuhan armada sangat vital dalam bisnis pengangkutan bahan bakar minyak. Karena itu, pelaku usaha harus menggunakan armada atau kendaraan yang modern, memenuhi standar keselamatan dan terawat dengan baik.

Read More :  Kisaran Biaya Pembuatan PT Di Jakarta, Paket Lengkap

Setiap armada yang digunakan harus diservis secara berkala. Demi memastikan kondisi mesin dan keseluruhan selalu dalam kondisi prima. Dengan begitu tidak akan mengalami permasalahan berarti, ketika digunakan dalam proses pengiriman BBM.

  1. Rekrut pengemudi handal dan berpengalaman

Kalau armadanya sudah memadai, maka pastikan juga pengemudinya handal. Akan lebih bagus lagi kalau pengemudi juga sudah berpengalaman. Selain itu, pastikan pengemudi sudah memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) yang sesuai dan masih berlaku.

  1. Menjalin Kerjasama dan Membangun Jaringan

Pelaku usaha Pengangkutan BBM harus membangun kerjasama dengan perusahaan migas, SPBU dan distributor BBM lainnya. Selain itu, penting sekali untuk membangun jaringan distribusi yang luas dan efisien. Dengan tujuan agar bisa menjangkau konsumen di berbagai wilayah.

  1. Berikan layanan prima dan inovatif

Usaha pengantaran bahan bakar minyak juga harus menawarkan layanan yang aman, efisien dan juga ramah lingkungan. Selain itu, jangan berhenti untuk terus melakukan inovasi, guna meningkatkan kualitas layanan dan mampu meningkatkan daya saing usaha.

  1. Terapkan Manajemen dan Keuangan yang Tepat

Sistem manajemen yang baik dan terstruktur harus diterapkan dalam usaha ini. Dengan begitu, pengelolaan operasional usaha berjalan dengan  baik. Selain itu, pengelolaan keuangan usaha juga harus dikerjakan dengan baik. Lakukan pencatatan keuangan yang benar dan rapi, agar memudahkan dalam audit.

Nah, selain berbagai tips di atas, sangat penting untuk selalu memberikan layanan prima kepada seluruh pelanggan atau konsumen. Selain itu juga penting untuk senantiasa mengikuti perkembangan teknologi dan tren terkini dalam industri pengangkutan bahan bakar minyak.

Read More :  Bagaimana Cara Mendirikan PT

Keberhasilan bisnis ini juga tergantung dari berbagai faktor lain, seperti kondisi pasar, strategi bisnis dan kemampuan SDM dalam mengelola usaha. Pastikan Anda sudah melakukan riset atau survei pasar dan analisis kelayakan, sebelum Anda memutuskan untuk memulai usaha pengangkutan bahan bakar minyak.

Jika Anda sudah siap untuk terjun ke bisnis ini, maka langkah awalnya adalah memahami berbagai persyaratan untuk membuat legalitasnya. Berbagai perizinan dan sertifikat harus dipenuhi. Agar bisa menjalankan usaha dengan lancar, aman dan nyaman.

Setelah mendapatkan berbagai perizinan dan sertifikat, pastikan tidak melakukan tindakan yang melanggar ketentuan bisnisnya. Karena sanksi tegas akan menanti badah usaha nakal, yang menjalankan usaha di luar ketentuannya. Sanksi bisa berupa teguran tertulis, pencabutan izin usaha atau denda.

Anda bisa berkonsultasi dengan tenaga ahli terpercaya melalui IzinMudah.com. Supaya Anda bisa lebih memahami berbagai peraturan, persyaratan dan prosedur terbaru dalam pengajuan perizinan bisnisnya. Peluang permohonan diterima juga lebih besar dan lebih cepat. Dengan biaya yang tetap relevan.

Termasuk jika Anda ingin memulai bisnis Pengangkutan BBM. Tim IzinMudah sudah sangat berpengalaman dalam membantu pengurusan perizinan usaha. Anda akan dijelaskan berbagai hal terkait dengan usaha yang akan Anda jalankan. Selain itu, mendapatkan penjelasan secara transparan proses pengajuan izin usahanya.

Contoh Izin Usaha
Contoh Izin Usaha
Scroll to Top