Tujuan Izin Niaga Umum Bagi Konsumen, Pemerintah dan Badan Usaha

Perusahaan Anda berencana menjalankan bisnis perdagangan BBM, BBG, LNG dan CNG? Badan usaha Anda wajib memiliki izin niaga umum sesuai dengan regulasi pemerintah Indonesia. Tidak ada yang jual izin niaga umum, jadi Anda harus mengurusnya secara mandiri atau dengan bantuan konsultan perizinan.

Tujuan Pembuatan Izin Niaga Umum

INU atau Izin Niaga Umum bisa diartikan sebagai izin usaha yang wajib dimiliki oleh badan usaha yang akan menjalankan kegiatan perdagangan BBM (Bahan Bakar Minyak), BBG (Bahan Bakar Gas), CNG (Compressed Natural Gas), dan LNG (Liquefied Natural Gas).

Jadi bisa didefinisikan kalau INU adalah suatu dokumen resmi, yang diberikan kepada badan usaha guna melakukan kegiatan perdagangan BBM, BBG, CNG dan LNG. Izin usaha ini sebagai bukti legalitas sebuah badan usaha yang telah memenuhi standar dan regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Izin usaha ini merupakan syarat mutlak bagi setiap badan usaha yang ingin terlibat di dalam rantai pasokan energi secara nasional. Perizinan usaha tersebut diterbitkan oleh Ditjen Migas (Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi) Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral). Oleh karena itu, sebelum melakukan pengajuan perizinan, penting untuk selalu update regulasi terbaru dari kementerian tersebut.

Suatu perizinan usaha tentunya dirancang sesuai tujuan tertentu. Agar bisa memberikan manfaat atau keuntungan bagi berbagai pihak. Seperti halnya izin usaha umum. Nah, apa sajakah tujuan badan usaha diwajibkan memiliki izin niaga umum?

  1. Perlindungan terhadap Konsumen

Masyarakat atau korporat sebagai konsumen tentunya harus mendapatkan perlindungan atas penggunaan sebuah produk. Untuk itulah, pemerintah melalui penerbitan INU memastikan badan usaha yang melakukan kegiatan perdagangan BBM, BBG, LNG dan CNG sudah memenuhi standar mutu dan keamanan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Read More :  Prosedur Lengkap Pengurusan PT Dalam Paket Biaya Buat PT

Langkah tersebut dilakukan agar dapat melindungi konsumen dari produk yang bermutu rendah dan bahkan bisa mengakibatkan bahaya tertentu. Dengan kebijakan ini, konsumen bisa merasa aman saat menggunakan produknya.

  1. Demi Kelancaran Distribusi dan Ketersediaan Pasokan

Adanya izin niaga umum sangat membantu pemerintah dalam mengatur dan sekaligus mengawasi distribusi BBM, BBG, LNG dan CNG. Dengan begitu, kelancaran penyaluran produk dan ketersediaan pasokan energi untuk masyarakat senantiasa terjamin. Sehingga tidak akan terjadi penyaluran yang tidak merata, dan kelangkaan produk yang mengakibatkan kenaikan harga yang tidak wajar.

  1. Sebagai Sumber Penerimaan Negara

Setiap badan usaha yang sudah menerima INU wajib melakukan pembayaran pajak dan retribusi kepada pemerintah. Kewajiban tersebut bisa meningkatkan penerimaan negara, yang nantinya bisa digunakan untuk membiayai pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

  1. Meningkatkan Daya Saing Badan Usaha

Penerbitan izin niaga umum untuk badan usaha sangat membantunya dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasionalnya. Dengan demikian, badan usaha tersebut bisa meningkat daya saingnya di pasar global. Hal itu tentunya memberikan keuntungan besar bagi badan usaha.

  1. Meningkatkan Kepercayaan Investor

Badan usaha yang telah memiliki izin niaga umum sebagai bukti kalau telah memenuhi standar dan regulasi yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Kondisi tersebut bisa meningkatkan kepercayaan investor terhadap badan usaha bersangkutan. Sehingga akan mendorong investasi di sektor energi semakin besar.

  1. Membantu Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Penerapan izin niaga umum untuk badan usaha akan mendorong pertumbuhan industri energi. Dengan begitu, secara otomatis akan menciptakan lapangan kerja baru. Hal positif tersebut tentunya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yang artinya membantu pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja produktif.

  1. Memperkuat Tata Kelola Sektor Energi
Read More :  Proses Pembuatan PT

Izin niaga umum sangat membantu pemerintah dalam memperkuat tata kelola di sektor energi. Langkah ini bisa sebagai antisipasi terjadinya praktek monopoli, dan kecurangan dalam perdagangan energi. Sehingga lebih banyak badan usaha yang terlibat, yang tentunya harus tetap menerapkan persaingan bisnis yang sehat.

Nah, dari pemaparan tujuan pembuatan izin niaga umum di atas bisa disimpulkan bahwa kewajiban badan usaha untuk memiliki INU memberikan banyak manfaat. Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh pemerintah saja, tetapi juga konsumen dan badan usaha. Adanya INU dapat membantu memastikan perdagangan energi di Indonesia berlangsung dengan aman, lancar dan adil.

Badan usaha yang memiliki izin niaga umum juga bisa meningkatkan citra dan reputasi. Kepemilikan izin usaha tersebut menjadi bukti bahwa badan usaha sangat berkomitmen dalam menjalankan bisnisnya secara legal dan bertanggungjawab.

Jenis-Jenis Izin Niaga Umum

Perizinan usaha ini terbagi atas tiga jenis. Masing-masing jenis tersebut memiliki cakupan kegiatan perdagangan yang berbeda-beda. Karena itu, bagi badan usaha yang akan mengajukan perizinan harus memahaminya dengan baik. Berikut penjelasan singkat dari pembagian jenis INU.

  1. INU Niaga

Izin usaha ini diterbitkan untuk badan usaha yang menjalankan aktivitas penjualan produk secara langsung kepada konsumen akhir. Produk yang dimaksud adalah BBM, BBG, LNG dan CNG. Sebagai contoh badan usaha yang memiliki SPBU atau pom bensin, SPBU mini atau penyalur gas elpiji ke rumah tangga. 

  1. INU Penyalur

Perizinan usaha ini diberikan kepada badan usaha yang melakukan kegiatan berupa pembelian untuk dijual kembali kepada badan usaha lainnya yang memiliki INU Niaga. Karena memang pemegang INU penyalur tidak diperbolehkan untuk menjual produk langsung kepada konsumen akhir. Sebagai contoh pelaku usaha yang menjalankan bisnis sebagai distributor BBM atau distributor gas elpiji untuk agen.

  1. INU Distribusi
Read More :  Biaya Pembuatan PT Baru : Mulai dari Pendirian Akta Hingga Paket Lengkap

Izin niaga umum ini diberikan kepada badan usaha yang menjalankan kegiatan penyaluran BBM, BBG, LNG dan CNG dari tempat penyimpanan menuju tempat penyaluran. Jadi izin usaha ini tidak mencakup kegiatan penjualan atau perdagangan. Usahanya hanya fokus pada pengangkutan dan distribusi fisik produk. Contohnya adalah perusahaan transportasi bahan bakar, atau peraor terminal penyimpanan bahan bakar minyak.

Jadi bisa disimpulkan perbedaan utama dari ketiga jenis izin niaga umum tersebut terletak pada sasaran penjualan, kegiatan usaha dan persyaratan modalnya. Sasaran penjualan INU Niaga adalah untuk konsumen akhir, INU penyalur adalah untuk badan usaha dengan INU Niaga, sedangkan INU Distribusi hanya melakukan distribusi dan tidak melakukan kegiatan penjualan.

Kegiatan usaha INU Niaga dan INU Penyalur akan terlibat dalam perdagangan. Sedangkan INU Distribusi hanya penyaluran produk. Sedangkan untuk persyaratan modal, umumnya untuk INU Niaga mewajibkan persyaratan modal disetor paling tinggi, kemudian disusul oleh INU Penyalur dan INU Distribusi.

Dengan beragam perbedaan tersebut, maka pemilihan jenis izin niaga umum harus diperhatikan dan dipertimbangkan dengan cermat. Badan usaha harus menyesuaikan dengan kegiatan usaha yang akan dijalankan.

Setiap permohonan izin niaga umum memiliki persyaratan dan prosedur yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pelaku usaha harus memahaminya secara awal. Agar tidak terjadi kesalahan dalam pengurusannya.

Anda bisa mendapatkan informasi resmi dan terkini terkait jenis-jenis, persyaratan dan prosedur pengajuan izin niaga umum melalui laman Ditjen Migas Kementerian ESDM. Bisa juga berkonsultasi dengan konsultan perizinan usaha terpercaya. Anda bisa mendapatkan pendampingan dari konsultan berkualitas dengan mengakses Izinmudah.com.

Contoh Izin Usaha
Contoh Izin Usaha
Scroll to Top